Address Location

marketing@jogjaecowisata.com

Mengenal Apa Itu SHGB : Sertifikat Hak Guna Bangunan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print
Apa Itu SHGB

Apa Itu SHGB? SHGB atau Sertifikat Hak Guna Bangunan merupakan jenis sertifikat kepemilikan properti yang pemegangnya berhak memiliki dan mendirikan bangunan di atas tanah yang bukan kepunyaan pemilik bangunan.

Apa Itu SHGB

Dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) no. 5 Tahun 1960 Pasal 35 ayat 1, HGB adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri selama jangka waktu tertentu. 

Artinya, pemegang sertifikat HGB nantinya tidak memiliki hak atas lahan, melainkan hanya memiliki bangunan yang dibuat dan dibangun di atas lahan tersebut. Tanah tersebut dapat berupa tanah yang dikuasai oleh perorangan atau badan hukum, ataupun yang dikuasai langsung oleh negara.

Jika tanah milik negara, maka hak guna bangunan diberikan dengan keputusan pemberian hak oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk. Sedangkan untuk tanah hak milik perseorangan, pemegang hak milik memberikan hak guna bangunan melalui akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Baca Juga : Apa Itu BPHTB : Definisi, Ketentuan, Syarat & Contoh Perhitungan

Ketentuan Penggunan SHGB

Penggunaan Hak Guna Bangunan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) no. 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai atas Tanah. 

Pada pasal 32 dinyatakan bahwa pemegang HGB berhak untuk:

  • Menguasai dan mempergunakan tanah yang diberikan dengan HGB, selama jangka waktu tertentu.
  • Bangunan tersebut dapat digunakan untuk keperluan pribadi ataupun usaha. 
  • Mengalihkan hak tersebut kepada pihak lain dan membebaninya. Asalkan masih berada dalam jangka waktu penggunaan HGB tersebut.

Biasanya, lahan dengan HGB ini dimanfaatkan oleh para pengembang untuk mendirikan apartemen ataupun perumahan. 

Jadi, jika Pins berniat untuk memiliki rumah permanen, perhatikan sertifikat kepemilikan yang ditawarkan karena tanah SHM akan lebih cocok untuk tujuan ini. 

Meski demikian, SHGB dapat diubah menjadi SHM dengan beberapa prosedur yang telah ditentukan.

Baca Juga : WNA Bisa Beli Rumah di Indonesia dengan Sejumlah Syarat

Kewajiban Pemilik SHGB

Saat memiliki SHGB, maka kamu harus memenuhi sejumlah kewajiban diantaranya: 

  • Membayar uang pemasukan yang jumlah dan cara pembayarannya ditetapkan dalam keputusan pemberian haknya. 
  • Menggunakan tanah sesuai dengan peruntukannya dan persyaratan yang ditetapkan dalam keputusan dan perjanjian pemberian haknya. Ini berarti kamu tidak bisa seenaknya merombak tanah atau properti di luar persyaratan dan perizinan yang telah disepakati melalui sertifikat Hak Guna Bangunan.
  • Memelihara dengan baik tanah dan bangunan yang ada di atasnya serta menjaga kelestarian lingkungan hidup. 
  • Menyerahkan kembali tanah yang diberikan dengan Hak Guna Bangunan kepada negara, pemegang hak pengelolaan atau pemegang hak milik sesudah Hak Guna Bangunan itu dihapus. 
  • Menyerahkan sertifikat Hak Guna Bangunan yang telah dihapus kepada Kepala Kantor Pertahanan.

Baca Juga : Jual Villa Dekat UGM, Yuk Miliki dan Kenali Wisata di Sekitarnya

Kelebihan SHGB

Memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan ternyata memiliki sejumlah kelebihan, diantaranya. 

1. Tidak Membutuhkan Biaya Besar

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, sifat kepemilikan sebuah properti yang berstatus HGB hanyalah sementara. Maka dari itu, biayanya jauh lebih murah ketimbang membeli properti dengan Sertifikat Hak Milik (SHM).

2. Cocok untuk Dijadikan Tempat Usaha

Pins yang berminat memiliki usaha tetapi enggan menempatinya dalam waktu yang lama, maka memilih properti dengan status HGB dapat dijadikan pilihan. Properti jenis ini biasanya dimanfaatkan untuk kebutuhan komersial seperti mendirikan usaha kos, gedung perkantoran, kios, ruko, dan apartemen. 

Bagi sebagian orang, membeli properti dengan status HGB dapat digunakan untuk mengembangkan usaha seperti, menambah modal, sehingga peluang usaha lebih menguntungkan.

3. Bermanfaat untuk WNA

Lantaran waktu kepemilikan yang terbatas, maka properti berstatus HGB cocok bagi para Warga Negara Asing (WNA) yang ingin memiliki tempat tinggal di Indonesia. 

Hal ini disebabkan WNA memang tidak bisa mendapatkan hak guna bangunan atas sebuah properti. Meski begitu, mereka masih bisa membeli rumah, apartemen, atau ruang komersil dengan mengantongi izin hak pakai.

Baca Juga : Agar Cepat Laku ini dia 4 Tips Jitu Menjual Rumah Melalui Portal Properti

Kekurangan SHGB

Adapun kekurangan SHGB yang dimaksud, antara lain. 

1. Jangka Waktu Terbatas

Pemilik properti yang mendirikan bangunan di atas tanah HGB hanya mengantongi hak untuk memanfaatkan bangunan yang berdiri di suatu lahan. Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) ini berlaku hingga 30 tahun. Nah, agar bisa terus meninggali properti tersebut, diperlukan perpanjangan atas hak penggunaan lahan. Perpanjangan pun hanya dapat dilakukan maksimal sebanyak dua kali.

1. Tidak Bisa Melakukan Perubahan Bangunan

Kekurangan SHGB selanjutnya yaitu jangka waktu penggunaan properti HGB yang terbatas. Hal ini membuat pemilik properti tidak bisa bebas melakukan perubahan-perubahan terhadap bangunan yang berdiri. Biasanya ini terjadi untuk pembelian rumah yang dikelola oleh developer tertentu, pemilik harus mematuhi aturan pemugaran yang ditetapkan oleh developer.

Baca Juga : Tips Membeli Properti Untuk Investor Pemula

Demikian penjelasan tentang Apa Itu SHGB, semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu khususnya yang sedang mencari rumah

Share this article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Leave a CommentYour email address will not be published.

Request E-Brochure Jogja Eco Park.pdf

Layanan Kami

Edukasi

  • Site Project

    Bulus II, Candibinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582

  • Marketing Gallery

    Bulus II, Candibinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582

  • Site Project

    Bulus II, Candibinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582

  • Marketing Gallery

    Bulus II, Candibinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582

Follow Us On Social Media

@ 2021 Jogja Eco Wisata - Create By Digimoonstar